WordPress biasa merakit halaman menggunakan PHP, basis data, tema, dan plugin pada saat diminta. Pada pendekatan statis, halaman yang sudah dirender disimpan sebagai HTML, CSS, JavaScript, dan aset yang kemudian disajikan sebagai file.
Apa yang berubah?
Pengunjung tetap dapat membaca artikel dan mengikuti tautan, tetapi halaman tidak perlu menjalankan seluruh aplikasi WordPress pada setiap kunjungan. Ini bisa menyederhanakan hosting dan mengurangi sejumlah kebutuhan pemeliharaan di sisi server.
Kelebihan situs statis
- Halaman dapat dilayani melalui CDN dengan sederhana.
- Permukaan serangan server berkurang karena tidak ada dashboard WordPress yang perlu diekspos pada host statis.
- Biaya dan kompleksitas hosting dapat lebih rendah untuk situs konten yang jarang berubah.
Batasan yang perlu direncanakan
Dashboard admin, pratinjau tulisan, komentar, pencarian dinamis, formulir, login, dan plugin yang membutuhkan PHP atau database tidak akan bekerja begitu saja pada HTML statis. Fitur tersebut perlu diganti dengan layanan lain atau tetap dijalankan di WordPress asal.
Bagaimana pembaruan konten dilakukan?
Setiap kali artikel atau media berubah, hasil statis perlu dibuat dan diunggah ulang. Proses ini dapat dilakukan manual atau diotomatisasi dari sumber WordPress, tergantung alat ekspor dan alur penerbitan yang dipilih.
Kesimpulan
WordPress statis cocok untuk konten publik yang dapat disajikan sebagai halaman siap pakai. Sebelum migrasi, petakan semua fitur yang digunakan supaya pencarian, formulir, dan alur editorial tidak hilang tanpa pengganti.